Selasa, 29 September 2015

tugas 3




Minyak goreng Bimoli
Fitur/Manfaat
Berkualitas tinggi dan merupakan sumber beta-karoten (pro-vitamin A) tinggi serta vitamin E. Bebas kolesterol dan diproses secara higienis.
Kegunaan
Cocok untuk memasak, menggoreng dan menumis.


Pengemasan
Dibuat dan dikemas di bawah pengawasan ketat sesuai standar international guna menjamin
kebersihan dan kualitas produk.
Penyimpanan dan umur produk
Penyusunan maksimum adalah lima karton. Jauhkan dari panas dan sinar matahari. Dapat disimpan selama 24 bulan.

Bahan dan Spesifikasi
100% minyak sawit, antioxidant TBHQ
Color Lov. 5 ¼ :1.6 R max. (for bottles)
Color Lov. 5 ¼ :2.7 R max. (for jerry cans)
FFA :0.08% max.
Moisture :0.1% max.
Iodine Value :58.5 min.
Cloud Point :8.0ºC max.
KEUNGGULAN BIMOLI

1. Mengandung Omega 9 (sekitar 40-45%) dan Omega 3 cis.
 2. Bebas kolesterol.
 3. Proses produksi yang digunakan adalah   Pemurnian Multi Proses (PMP) yang meliputi 6 tahap pemurnian.
4. Aman untuk dikonsumsi.

BIMOLI DAN PEMURNIAN MULTI PROSES.
Sejak beberapa waktu lalu, Bimoli telah menyempurnakan proses produksinya yang diperkenalkan sebagai Pemurnian Multi Proses (PMP) yang meliputi 6 tahap pemurnian. Tujuan dari PMP ini adalah untuk mendapatkan minyak goreng yang benar-benar unggul dan memenuhi berbagai segi untuk memuaskan konsumen. Para pakar yang menggunakan Bimoli sebagai sampel penelitian mereka, menemukan adanya Omega-9 dalam Bimoli.Pada pengujian dengan Bimoli, terdapat sekitar 40 - 45% Omega 9.


Adapun beberapa kandungan asam karboksilat yang terdapat pada minyak kelapa " BIMOLI " yaitu :

1. Asam Stearat


Asam stearat, atau asam oktadekanoat, adalah asam lemak jenuh yang mudah diperoleh dari lemak hewani serta minyak masak. Wujudnya padat pada suhu ruang, dengan rumus kimia CH3(CH2)16COOH. Kata stearat berasal dari bahasa Yunani stear, yang berarti "lemak padat" (Ing. tallow).
Asam stearat diproses dengan memperlakukan lemak hewan dengan air pada suhu dan tekanan tinggi. Asam ini dapat pula diperoleh dari hidrogenasi minyak nabati.
Dalam bidang industri asam stearat dipakai sebagai bahan pembuatan lilinsabunplastikkosmetika, dan untuk melunakkan karet.
Titik lebur asam stearat 69.6 °C dan titik didihnya 361 °C. Reduksi asam stearat menghasilkan stearil alkohol.

2. Asam Palmitat

Salah satu asam lemak yang paling mudah diperoleh adalah asam palmitat atau asam heksadekanoat. Tumbuh-tumbuhan dari famili Palmaceae, seperti kelapa (Cocos nucifera) dan kelapa sawit (Elaeis guineensis) merupakan sumber utama asam lemak ini. Minyak kelapa bahkan mengandung hampir semuanya palmitat (92%). Minyak sawit mengandung sekitar 50% palmitat. Produk hewani juga banyak mengandung asam lemak ini (dari mentega, keju, susu, dan juga daging).
Asam palmitat adalah asam lemak jenuh yang tersusun dari 16 atom karbon (CH3(CH2)14COOH). Pada suhu ruang, asam palmitat berwujud padat berwarna putih. Titik leburnya 63,1 °C.
Asam palmitat adalah produk awal dalam proses biosintesis asam lemak (lihat artikel asam lemak). Dari asam palmitat, pemanjangan atau penggandaan ikatan berlangsung lebih lanjut.
Dalam industri, asam palmitat banyak dimanfaatkan dalam bidang kosmetika dan pewarnaan. Dari segi gizi, asam palmitat merupakan sumber kalori penting namun memiliki daya antioksidasi yang rendah.


3. Asam Laurat

Asam laurat atau asam dodekanoat adalah asam lemak jenuh berantai sedang (Ing. middle-chained fatty acid, MCFA) yang tersusun dari 12 atom C. Sumber utama asam lemak ini adalah minyak kelapa, yang dapat mengandung 50% asam laurat, sertaminyak biji sawit (palm kernel oil). Sumber lain adalah susu sapi.
Asam laurat memiliki titik lebur 44 °C dan titik didih 225 °C sehingga pada suhu ruang berwujud padatan berwarna putih, dan mudah mencair jika dipanaskan. Rumus kimia: CH3(CH2)10COOH, berat molekul 200,3 g.mol-1. Asam ini larut dalam pelarut polar, misalnyaair, juga larut dalam lemak karena gugus hidrokarbon (metil) di satu ujung dan gugus karboksil di ujung lain. Perilaku ini dimanfaatkan oleh industri pencuci, misalnya pada sampo. Natrium laurilsulfat adalah turunan yang paling sering dipakai dalam industri sabun dan sampo.
Pada Industri Kosmetik, Asam Laurat ini berfungsi sebagai Pengental, pelembab dan pelembut

tugas 3




Minyak goreng Bimoli
Fitur/Manfaat
Berkualitas tinggi dan merupakan sumber beta-karoten (pro-vitamin A) tinggi serta vitamin E. Bebas kolesterol dan diproses secara higienis.
Kegunaan
Cocok untuk memasak, menggoreng dan menumis.


Pengemasan
Dibuat dan dikemas di bawah pengawasan ketat sesuai standar international guna menjamin
kebersihan dan kualitas produk.
Penyimpanan dan umur produk
Penyusunan maksimum adalah lima karton. Jauhkan dari panas dan sinar matahari. Dapat disimpan selama 24 bulan.

Bahan dan Spesifikasi
100% minyak sawit, antioxidant TBHQ
Color Lov. 5 ¼ :1.6 R max. (for bottles)
Color Lov. 5 ¼ :2.7 R max. (for jerry cans)
FFA :0.08% max.
Moisture :0.1% max.
Iodine Value :58.5 min.
Cloud Point :8.0ºC max.
KEUNGGULAN BIMOLI

1. Mengandung Omega 9 (sekitar 40-45%) dan Omega 3 cis.
 2. Bebas kolesterol.
 3. Proses produksi yang digunakan adalah   Pemurnian Multi Proses (PMP) yang meliputi 6 tahap pemurnian.
4. Aman untuk dikonsumsi.

BIMOLI DAN PEMURNIAN MULTI PROSES.
Sejak beberapa waktu lalu, Bimoli telah menyempurnakan proses produksinya yang diperkenalkan sebagai Pemurnian Multi Proses (PMP) yang meliputi 6 tahap pemurnian. Tujuan dari PMP ini adalah untuk mendapatkan minyak goreng yang benar-benar unggul dan memenuhi berbagai segi untuk memuaskan konsumen. Para pakar yang menggunakan Bimoli sebagai sampel penelitian mereka, menemukan adanya Omega-9 dalam Bimoli.Pada pengujian dengan Bimoli, terdapat sekitar 40 - 45% Omega 9.


Adapun beberapa kandungan asam karboksilat yang terdapat pada minyak kelapa " BIMOLI " yaitu :

1. Asam Stearat


Asam stearat, atau asam oktadekanoat, adalah asam lemak jenuh yang mudah diperoleh dari lemak hewani serta minyak masak. Wujudnya padat pada suhu ruang, dengan rumus kimia CH3(CH2)16COOH. Kata stearat berasal dari bahasa Yunani stear, yang berarti "lemak padat" (Ing. tallow).
Asam stearat diproses dengan memperlakukan lemak hewan dengan air pada suhu dan tekanan tinggi. Asam ini dapat pula diperoleh dari hidrogenasi minyak nabati.
Dalam bidang industri asam stearat dipakai sebagai bahan pembuatan lilinsabunplastikkosmetika, dan untuk melunakkan karet.
Titik lebur asam stearat 69.6 °C dan titik didihnya 361 °C. Reduksi asam stearat menghasilkan stearil alkohol.

2. Asam Palmitat

Salah satu asam lemak yang paling mudah diperoleh adalah asam palmitat atau asam heksadekanoat. Tumbuh-tumbuhan dari famili Palmaceae, seperti kelapa (Cocos nucifera) dan kelapa sawit (Elaeis guineensis) merupakan sumber utama asam lemak ini. Minyak kelapa bahkan mengandung hampir semuanya palmitat (92%). Minyak sawit mengandung sekitar 50% palmitat. Produk hewani juga banyak mengandung asam lemak ini (dari mentega, keju, susu, dan juga daging).
Asam palmitat adalah asam lemak jenuh yang tersusun dari 16 atom karbon (CH3(CH2)14COOH). Pada suhu ruang, asam palmitat berwujud padat berwarna putih. Titik leburnya 63,1 °C.
Asam palmitat adalah produk awal dalam proses biosintesis asam lemak (lihat artikel asam lemak). Dari asam palmitat, pemanjangan atau penggandaan ikatan berlangsung lebih lanjut.
Dalam industri, asam palmitat banyak dimanfaatkan dalam bidang kosmetika dan pewarnaan. Dari segi gizi, asam palmitat merupakan sumber kalori penting namun memiliki daya antioksidasi yang rendah.


3. Asam Laurat

Asam laurat atau asam dodekanoat adalah asam lemak jenuh berantai sedang (Ing. middle-chained fatty acid, MCFA) yang tersusun dari 12 atom C. Sumber utama asam lemak ini adalah minyak kelapa, yang dapat mengandung 50% asam laurat, sertaminyak biji sawit (palm kernel oil). Sumber lain adalah susu sapi.
Asam laurat memiliki titik lebur 44 °C dan titik didih 225 °C sehingga pada suhu ruang berwujud padatan berwarna putih, dan mudah mencair jika dipanaskan. Rumus kimia: CH3(CH2)10COOH, berat molekul 200,3 g.mol-1. Asam ini larut dalam pelarut polar, misalnyaair, juga larut dalam lemak karena gugus hidrokarbon (metil) di satu ujung dan gugus karboksil di ujung lain. Perilaku ini dimanfaatkan oleh industri pencuci, misalnya pada sampo. Natrium laurilsulfat adalah turunan yang paling sering dipakai dalam industri sabun dan sampo.
Pada Industri Kosmetik, Asam Laurat ini berfungsi sebagai Pengental, pelembab dan pelembut